Jumat, 10 Desember 2010

Penjelasan tentang Guided Transmission Media

Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.
• Twisted Pair Cable
Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi lektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP),dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan. Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.
• Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil). Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan. sebenarnya tidak ada yang berguna bagi anjing-anjing rumahan
• Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.

Pengertian HTTP, HTTPS, dan TCP

• HTTP Protocol
HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara client dan server. Sebuh
client HTTP seperti web browser, biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan
TCP/IP ke port tertentu di tuan rumah yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP
yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request),
seperti "GET / HTTP/1.1" (yang akan meminta halaman yang sudah ditentukan), diikuti
dengan pesan MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek
dari permintaan tersebut, diikut dengan badan dari data tertentu. Beberapa kepala (header)
juga bebas ditulis atau tidak, sementara lainnya (seperti tuan rumah) diperlukan oleh protokol
HTTP/1.1. Begitu menerima kode permintaan (dan pesan, bila ada), server mengirim kembali
kode jawaban, seperti "200 OK", dan sebuah pesan yang diminta, atau sebuah pesan error
atau pesan lainnya.
Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh Konsorsium World Wide Web (W3C) dan grup
bekerja Internet Engineering Task Force (IETF), bekerja dalam publikasi satu seri RFC, yang
paling terkenal RFC 2616, yang menjelaskan HTTP/1.1, versi HTTP yang digunakan umum
sekarang ini..
• HTTPS
HTTPS (HTTP melalui SSL or HTTP Secure), merupakan protokol HTTP yang menggunakan Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS) sebagai
sublayer dibawah HTTP aplikasi layer yang biasa. HTTP di enkripisi dan deskripsi dari
halaman yang diminta pengguna serta halaman yang dikembalikan oleh web server. HTTPS
digunakan untuk melindungi dari orang mengakses tanpa izin dan dari serangan man-in-themiddle.
HTTPS dikembangkan oleh Netscape. Dengan HTTPS kita dapat melakukan proteksi
data yaitu hanya penerima saja yang dapat membaca data, Kenyamanan (data privacy),
memungkinkan identifikasi server ataupun client, otentikasi server dan klien, dan integritas data.
• TCP (Transmission Control Protocol)
TCP (Transmission Control Protocol) adalah protokol yang paling umum digunakan di Internet . Alasan nya karena TCP menawarkan koreksi kesalahan . Ketika protokol TCP digunakan ada klausul “pengiriman terjamin . ” Hal ini disebabkan adanya bagian untuk sebuah metode yang disebut “flow control . ” Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali , dan kapan menghentikan aliran data paket sebelumnya , sampai berhasil ditransfer . Hal ini karena jika paket data berhasil dikirim , tabrakan dapat terjadi . Ketika ini terjadi , maka klien meminta kembali paket dari server sampai seluruh paket lengkap di transfer dan identik dengan aslinya .

Komponen software yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan

Komponen-Komponen Jaringan
Untuk membangun sebuah jaringan, ada 2 hal yang harus tersedia yaitu :
A. Komponen Hardware jaringan.

Ada 3 kategoriHardware untuk membangun sebuah jaringan, yaitu :
1) Server atau Host : Komputer induk yang bertugas mengontrol jaringan, melayani protocol dan menyediakan data untuk diproses dari workstation.
2)Workstation/Client adalah Komputer yang terhubung dalam jaringan yang tugasnya memproses data yang berada pada server dan juga dapat menggunakan aplikasi yang berada pada server.
3)Media Komunikasi Jaringan yaitu :
1. Kabel Jaringan.
Ada 3 macam kabel jaringan, yaitu :
a. Kabel UTP (Unshield Twisted Pair).
b. Kabel Coaxial.
c. Kabel Fiber Optic.
2. Konektor, yaitu alat penghubung kabel ke LAN Card.
a. Kabel UTP menggunakan konektor RJ-45.
b. Kabel Coaxial menggunakan konektor BNC.
c. Kabel Fiber Optic menggunakan konektor ST/SC.
3. NIC (Network Interface Card) yaitu kartu jaringan (LAN Card) yang dipasang pada slot ekspansi pada motherboard sebuah komputer.
4. HUB/SWITCH, yaitu alat yang berfungsi sebagai penghubung komputer.
5. Repaeter, yaitu alat berfungsi menguatkan sinyal.
6. Bridge, yaitu penghubung antara jaringan yang sama.
7. Router, yaitu alat yang berfungsi menjadwal data antara LAN yang berbeda dan sebagai pengendali jalur jaringan.
8. Modem, yaitu alat yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke Internet.
9. Saluran Telepon, sama seperti modem digunakan untuk menghubungkan jaringan ke internet.

B. Komponen Software jaringan.
Ada 2 komponen software yang diperlukan untuk membangun
sebuah jaringan, yaitu :
1) Sistem Operasi. Sistem operasi adalah yang mengatur seluruh perangkat komputer agar bekerja dengan baik sesuai dengan keinginan pengguna. Contoh : LINUX, Windows 98, Windows 2000 Server, dan sebagainya.
2) Protokol Jaringan
Protokol jaringan adalah software yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke dalam jaringan.

C. Software jaringan internet

Rabu, 01 Desember 2010

Penjelasan Tentang Diagram Sequence

Sequence diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi antar objek dan mengindikasikan komunikasi diantara objek-objek tersebut. Diagram ini juga menunjukkan serangkaian pesan yang dipertukarkan oleh objek-objek yang melakukan suatu tugas atau aksi tertentu. Objek-objek tersebut kemudian diurutkan dari kiri ke kanan, aktor yang menginisiasi interaksi biasanya ditaruh di paling kiri dari diagram.

Pada diagram ini, dimensi vertikal merepresentasikan waktu. Bagian paling atas dari diagram menjadi titik awal dan waktu berjalan ke bawah sampai dengan bagian dasar dari diagram. Garis Vertical, disebut lifeline, dilekatkan pada setiap obyek atau aktor. Kemudian, lifeline tersebut digambarkan menjadi kotak ketika obyek melakukan suatu operasi , kotak tersebut disebut activation box. Obyek dikatakan mempunyai live activation pada saat tersebut. Pesan yang dipertukarkan antar obyek digambarkan sebagai sebuah anak panah antara activation box pengirim dan penerima. Kemudian diatasnya diberikan label pesan.

Tujuan penggunaan Seguence Diagram :

-     Mengkomunikasikan requirement kepada tim teknis karena diagram ini dapat lebih mudah untuk dielaborasi menjadi model design.

-     Merupakan diagram yang paling cocok untuk mengembangkan model deskripsi use-case menjadi spesifikasi design.

Waktu Penggunaan Sequence Diagram:

-     Pada tahap discovery : Sequence diagram dari use case yang dipilih dibuat oleh Business Analyst.

-     Pada tahap construction : System analyst menggunakan use case dan sequence diagram yang dibuat oleh Business Analyst sebagai input untuk pembuatan technical sequence diagram yang akan ditinjau kembali oleh Business Analyst.

-     Pada tahap final verification and validation : sequence diagram digunakan untuk merancang test dari use-case scenario.

Penjelasan Tentang UML

UML adalah  sebuah bahasa pemodelan yang telah menjadi standar dalam industri software untuk visualisasi, merancang, dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak. UML disebut sebagai bahasa untuk permodelan, bukan sebuah method. Hampir semua methods mengandung, paling tidak dalam beberapa prinsip, dua dari sebuah bahasa permodelan dan sebuah proses. Bahasa permodelan tersebut (terutama yang berbasis grafis) adalah sebuah notasi yang menggunakan methods untuk mengekspresikan sebuah rancangan. Proses tersebut adalah tuntunan yang mereka lakukan dalam setiap langkah untuk merancang sesuatu. UMLmerupakan kombinasi terbaik dari kelebihan-kelebihan data modeling concenpt (model entitity relationship diagram), business modeling (work flow), obejct modeling dan component modeling. UML biasa digunakan untuk:

-     Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum dibuat dengan use case dan actor.

-     Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum dibuat dengan interaction diagrams.

-            Menggambarkan representasi stuktur statik sebuah sistem dalam bentuk class diagrams.

-     Membuat model behavior ”yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem” dengan state transition diagrams.

-     Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan componen & development diagrams.

-           Menyampaikan atau memperluas fungsionality dengan stereotypes.

Kelebihan UML terdapat pada kenyataan bahwa diagram-diagram UML dapat digunakan secara incremental pada saat dibutuhkan. Sebagai contoh, jika kita ingin memodelkan kebutuhan sebuah sistem, kita dapat menggunakan diagram use case saja tanpa menggunakan diagram UML lainnya. Berdasarkan alasan-alasan ini, tidak mengherankan jika UML adalah bahasa yang “dipilih”. UML tidak memiliki ketergantungan pada teknologi dan bahasa manapun. Hal ini mengindikasikan bahwa kita dapat menggunakan UML untuk memodelkan aplikasi dan sistem berbasis teknologi yang berbeda seperti contohnya, J2EE ataupun .NET. Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga UML agar tetap menjadi bahasa pemodelan yang bebas dan ringkas tanpa terikat pada teknologi manapun.

Diagram sequence untuk belanja di Ramayana

Pada Diagram Sequnce sederhana yang kita buat ini menggambarkan seorang pembeli yang membeli sebuah barang di Ramayana. Pada diagram tersebut terlihat secara umum alirannya, yaitu:

1.      Pembeli memberikan barang akan dia beli kepada Petugas Toko.

2.      Petugas Toko tersebut memberikan kertas yang berisi nama barang dan kode barang yang nantinya akan diberikan kepada Kasier.

3.      Setelah memberikan kertas yang berisi nama barang dan kode barang kepada Pembeli, Petugas Toko kemudian memberikan barang yang dibeli oleh Pembeli kepada Kasier.

4.      Kemudian Pembeli pergi ke Kasier untuk membayar barang yang dia beli.

5.      Dan yang terakhir setelah Pembeli membayar, Kasier kemudian memberikan barang yang dibeli oleh Pembeli beserta dengan bukti pembayaran dan uang kembalian.


Menghitung Subnetting beberapa IP Address

Alamat-Alamat IP yang akan kita cari Alamat IP Subnet-nya adalah:

1.      10.10.10.0 / 28

2.      192.168.10.0 / 26

3.      192.168.10.0 / 30

4.      10.10.10.0 / 29

5.      130.121.10.0 / 27

Jawaban.

1.      10.10.10.0 / 28

255.255.255.0                                                                                 32 – 28 = 4

11111111.11111111.11111111.11110000

      255    .     255     .      255     .      240                                        255 – 240 = 15

16, 32, 48, 64,………240

10.10.10.16                                                             Alamat Broadcast: 10.10.10.15

10.10.10.32                         Alamat IP Subnet                                      10.10.10.31

10.10.10.48                                                                                            10.10.10.47

                                                           

10.10.10.240                                                                                           10.10.10.239

 


10.10.10.16             10.10.10.32                 10.10.10.240

                                                Sampai dengan

10.10.10.31             10.10.10.47                 10.10.10.255

 

2.      192.168.10.0 / 26

255.255.255.0                                                                                 32 – 26 = 6

11111111.11111111.11111111.11000000

      255    .     255     .      255     .      192                                        255 – 192 = 63

 

64,128, 192                                                             Alamat Broadcast:

192.168.10.64                                                                                     192.168.10.63 

192.168.10.128                   Alamat IP Subnet                                   192.168.10.127

                 192.168.10.192                                                                                  192.168.10.191

                                                                            

                                                       

 


192.168.10.64         192.168.10.128           192.168.10.192          

                                                                               

192.168.10.127       192.168.10.191           192.168.10.255

 

 

                                                                   

 

 

 

3.      192.168.10.0 / 30

255.255.255.0                                                                                 32 – 30 = 2

11111111.11111111.11111111.11111100

      255    .     255     .      255     .      252                                        255 – 252 = 3

 

4, 8, 12,16,….252                                                               Alamat Broadcast:

192.168.10.4                                                                                       192.168.10.3 

192.168.10.8                                                                                       192.168.10.7

                 192.168.10.12                    Alamat IP Subnet                                   192.168.10.11

                                                                            

192.168.10.252                                                                                   192.168.10.251

 


192.168.10.3           192.168.10. 8              192.168.10.252          

                                                Sampai dengan                   

192.168.10. 7          192.168.10.11             192.168.10.255

 

 

                                                                   

 

 

 

4.      10.10.10.0 / 29

255.255.255.0                                                                                 32 – 29 = 3

11111111.11111111.11111111.11111000

      255    .     255     .      255     .      240                                        255 – 248 = 7

8, 12, 16, 20,………248

10.10.10.8                                                               Alamat Broadcast: 10.10.10.7

10.10.10.12                         Alamat IP Subnet                                      10.10.10.11

10.10.10.16                                                                                            10.10.10.15

                                                           

10.10.10.248                                                                                           10.10.10.247

 


10.10.10.8               10.10.10.12                 10.10.10.247

                                                Sampai dengan

10.10.10.11             10.10.10.15                 10.10.10.255

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.      130.121.10.0 / 27

255.255.255.0                                                                                 32 – 27 = 5

11111111.11111111.11111111.11100000

      255    .     255     .      255     .      224                                        255 – 224 = 31

 

32, 64, 96, 128…….224                                                                 Alamat Broadcast:

130.121.10.32                                                                                     130.121.10.31

130.121.10.64                     Alamat IP Subnet                                   130.121.10.61

                 130.121.10.96                                                                                    130.121.10.95

                 130.121.10.224                                                                                  130.121.10.223

                                                       

 


130.121.10.32         130.121.10.64             130.121.10.224                                                                                                  Sampai dengan

130.121.10.63         130.121.10.95             130.121.10.255