ini adalah logo perusahaan yang bernama call_lonk group.
Minggu, 10 Oktober 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
Band-Band Favorit Gw
Banyak Band-band yang jumlah personilnya tiga orang, meskipun kalo tampil live, kadang ada yang pake additional player. Yang gw aneh kenapa band-band favorit gw personilnya tiga orang semua y??
Berikut ini adalah band-band favorit gw:
1. Greenday
Gw suka sama Greenday waktu mereka ngerilis album ‘American Idiot’. Dari situ gw mulai dengerin lagu-lagu mereka yang sebelumnya. Ternyata lagu-lagunya pada mantaph semua. Band yang personilnya Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, dan Tre Cool ini semenjak itu gw putusin jadi band Favorit gw.
2. Blink-182
Semenjak gw suka Greenday, gw jadi suka dengerin lagu-lagu yang nge-punk. Lagu Blink-182 yang buat gw jadi suka sama ni band judulnya ‘Not Now’. Ini lagu bener-bener keren abis. Langsung deh gw cari-cari lagi lagunya Blink. Dengan perjuangan yang sedemikian rupa, gw akhirnya punya juga semua lagu-lagu blink dari album-album mereka, lebih tepatnya album mereka setelah travis gabung ngegantiin Scott Raynor. Bisa dibilang gw kuper, coz gw mulai suka blink setelah mereka bubar, walaupun akhirnya mereka gabung lagi sekarang. Yang gw denger katanya mereka mau bikin album lagi, itulah yang selama ini gw tunggu.
3. SUM 41
Gw sendiri lupa sejarahnya gw bias suka sama ini band. Cuma yang bikin gw bener-bener suka sama ini band lirik lagunya bener-bener ajib. Banyak banget liriknya yang nyentuh menurut gw. Padahal mereka itu band yang keras alirannya, tapi koq gw bisa tersentuh y? memang hati gw aja kali yang keras,,hahahahaha..
4. Superman Is Dead
Ini band local satu-satunya yang gw suka. Semenjak gw mulai menyukai music keras, cuma ini band local yang klop sama gw. Tapi gw juga tetep suka dengerin lagu-lagu keras dari band local, Cuma kalo masalah favorit band, Cuma SID bwt gw. Sekarang-sekarang ini permusikan Indonesia kebanyakan lagunya tentang cinta-cinta melulu, lagunya yang nangis-nangis melulu, padahal gayanya gaya rocker, jadi inget sama lirik lagunya SID: “Penuh Tatto Juga Piercing Nyanyikan gu Cengeng..”. Akabn tetapi SID tetap dengan musiknya yang lebih sering ngebahas tentang isu-isu social, itulah yang gw suka.
Minggu, 26 September 2010
Drummer Indonesia Yang Mirip Travis Barker
Travis Barker, siapa cih yang gak kenal dia. Drummer asal Amerika ini merupakan salah satu drummer terbaik yang ada di dunia. Band-band yang pernah dan masih dia gebuk drumnya antara lain: Feeble, The Aquabats, Expensive Taste, The Transplants, Boxcar Racer, Blink-182 dan +44. Dia juga udah beberapa kali duet sama artis-artis terkenal buat digebuk drumnya. Travis Barker mulai dikenal dunia setelah dia gabung sama Blink-182 buat ngegantiin Scott Raynor yang dikeluarin dari Blink. Drummer yang satu ini, dikenal banget sama permainan drumnya yang gila abis, Tattonya yang hampir nutupin semua bagian badannya, sama rambutnya yang Mohawk.
Terus gimana dengan drummer-drummer yang ada di Indonesia? Di Indonesia juga banyak drummer yang keren, tapi disini gua bakal ngebahas tentang para drummer yang mirip sama Travis Barker, baik itu dari segi gaya maen drum atau penampilannya.
Yang pertama Eno ‘Netral’. Banyak yang bilang kalo dia tuh Travis-nya Indonesia, temen-temen gua juga pada bilang gitu. Memang sih diantara drummer lain yang gua ‘siapin’, dia yang paling mirip. Bukan mirip mukanya, tapi gaya dia maen drum sama penampilan dia bener-bener mirip Travis, cuma yang kurang si Eno kagak Tattooan aja. Coba deh liat penampilan si Eno di Video-videonya Netral sama kalo lagi manggung, mirip banget kan??!!. Rambutnya di-Mohawk, pake kaos yang lenganya gak ada or lubang buat lengannya gede ampe bawah (gak tau gua apaan namanya), ampe kadang-kadang gak pake baju. Tapi akhir-akhir ini gua sering ngeliat Eno di TV, penampilannya udah gak terlalu mirip travis lagi. Gua denger Eno juga punya Bisnis Clothing sendiri, sama kaya Travis yang punya bisnis Clothing juga. Kalo masalah skill, memang Eno belum sehebat Travis, tapi dia juga kalo maen drum tetep keren.
Terus yang kedua, drummernya Superman Is Dead, Jerinx. Yang gua bilang mirip bukan dari gaya dia maen drum, tapi dari penampilannya. Badan tattoan semua, kalo maen drum gak pernah pake baju, sayang aja dia gak di-mohawk rambutnya. Walaupun gaya maennya beda sama Travis, tapi Jerinx gua rasa tetep keren maen drumnya, secara gua fansnya SID gitu loch…!! Hahahaha…
Yang ketiga adalah drummernya Pee Wee Gaskins, Aldi. Gua memang belum terlalu sering ngeliat dia maen drum, cuma pas gua ngeliat videonya Pee Wee Gaskins yang judulnya gua lupa, gaya maen drumnya mirip, terus penampilannya juga mirip menurut gua, meskipun gua gak tau dia tattooan apa gak.
Selanjutnya adalah drummer Endank Soekamti, Ari. Mungkin gua bilang dia mirip ma Travis karena Bandnya, Endank Soekamti, secara lirik mirip sama Bandnya Travis yaitu Blink-182. Lirik Lagu-lagunya Endank Soekamti kocak dan agak-agak ‘liar dan nakal’. Balik lagi sama Ari, penampilan dia yang kalo maen drum gak pake baju cuma pake celana pendek doank, memang travis banget. Apalagi Ari kepalanya botak, Travis juga pernah Botak.
Yang terakhir, yang gua bilang mirip sama Travis, adalah drummer The Rock Indonesia , Ikmal, dia juga suka maen drum buat The Virgin, Mulan Jameela, Maha Dewi dan lain-lain yang satu manajemen yaitu Republik Cinta. Sama kaya Eno, gaya maen drum sama penampilan dia mirip travis, Cuma dia juga gak tattoan kaya Eno.
Cuma segitu Drummer Indonesia yang mirip Travis yang gua tau, tapi gua yakin masih banyak lagi drummer-drummer Indonesia yang mirip Travis, walaupun skillnya masih belum sehebat Travis. Wajarlah banyak drummer yang pengen kaya Travis, secara dia kan memang keren banget. Gua sendiri memang ngeidolain Travis banget. Mudah-mudahan suatu saat nanti ada drummer Indonesia yang bisa mendunia kaya Travis. Tapi gua rasa gak akan ada drummer yang bisa mendunia kalo bandnya sendiri gak Go International. So, maju terus permusikan Indonesia…!!!!
Rabu, 05 Mei 2010
A Framework for Web Science
Minggu, 04 April 2010
Teknik-Teknik Kalkulasi Alamat
Fungsi hash dikatakan baik bila memiliki kalkulasi yang sederhana dan memiliki kelas ekivalen (synonim) yang kecil, atau sederhananya, memiliki kalkulasi yang mudah tetapi memiliki benturan alamat yang sedikit.
Ada beberapa cara untuk mengatasi benturan (collision) penggunaan alamat seperti di atas, antara lain :
Scatter diagram techniques
Kualitas Perangkat lain yang dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara “pasangan data”, dan dapat memberikan manfaat informasi lebih lanjut tentang proses produksi. Yang dimaksud dengan “data pasangan”? Istilah “sebab-akibat” hubungan antara dua jenis data juga bisa merujuk kepada hubungan antara satu sebab dan lain, atau antara satu penyebab dan beberapa orang lainnya. Misalnya, Anda dapat mempertimbangkan hubungan antara kekerasan bahan dan produk; antara kecepatan potong dari pisau dan variasi yang diamati pada panjang bagian, atau hubungan antara tingkat pencahayaan di lantai produksi dan kesalahan yang dibuat dalam inspeksi kualitas produk yang dihasilkan.
Randomizing techniques
Dalam teori, fungsi pengacakan diasumsikan benar-benar acak, dan hasil fungsi tak terduga algoritma berbeda setiap kali dijalankan. Teknik pengacakan tidak akan bekerja jika, pada setiap pelaksanaan algoritma pengacakan fungsi selalu melakukan pemetaan yang sama, atau pemetaan sepenuhnya ditentukan oleh beberapa parameter eksternal dapat diamati (seperti waktu startup program). Dengan sebuah pengacakan “-pseudo” fungsi, seseorang bisa secara prinsip membangun urutan fungsi telepon seperti yang selalu akan menghasilkan “buruk” kasus untuk algoritma deterministik yang mendasarinya. Untuk itu urutan dari panggilan, biaya rata-rata akan lebih dekat untuk biaya-kasus terburuk, daripada biaya rata-rata untuk input acak
Key to address transformation methods
Teknik yang digunakan dalam teori mengoreksi kesalahan-kode ini diterapkan untuk menyelesaikan masalah menangani file besar. Pendekatan baru ini ke file menangani masalah digambarkan dengan desain khusus untuk menunjukkan kelayakan. fektivitas adalah lebih lanjut diilustrasikan dengan membandingkan hasil uji yang diperoleh dari simulasi perhitungan, yang menggunakan data khas, terhadap nilai-nilai dihitung dari model yang ideal
Direct addressing techniques
Dalam menangani langsung, instruksi yang memberitahu dimana nilai tersebut dapat ditemukan, tetapi nilai itu sendiri dalam memori. Dalam sebuah bahasa tingkat tinggi, langsung menangani sering digunakan untuk hal-hal seperti variabel global.
Hash tables methods
Struktur data yang menggunakan fungsi hash untuk efisien peta pengidentifikasi tertentu atau Keys (misalnya, nama-nama orang) untuk dihubungkan sebuah nilai (misalnya, nomor telepon mereka). Fungsi hash digunakan untuk mengubah kunci ke indeks (hash) dari array elemen (dalam slot atau ember) dimana nilai yang sesuai yang akan dicari.
Idealnya fungsi hash harus memetakan setiap tombol untuk mengindeks slot yang berbeda, tapi ideal ini jarang dicapai dalam praktek (kecuali tombol hash tetap; entri baru yaitu tidak pernah ditambahkan ke tabel setelah dibuat). Kebanyakan desain tabel hash berasumsi bahwa hash collisions -pasang kunci yang berbeda dengan nilai hash yang sama-kejadian normal dan harus diakomodasi dalam beberapa cara.
Hashing
Teknik mengindeks pada menajemen database dimana nilai kunci (yang mengindentifikasikan record) dimanipulasi secara numerik untuk menghitung langsung lokasi record yang berkaitan atau titik tolak untuk mencari record yang terkait. Yang betujuan utamanya adalah agar dua buah kunci yang berbeda tidak mempunyai nilai hash yang sama. Jika hal ini terjadi, akan menyebabkan terjadinya tabrakan.
Rabu, 31 Maret 2010
penjelasan tentang web 1.0 dan web 2.0
Sekarang ini saya akan menjelaskan tentang web 1.0 dan web 2.0. Biasalah buat ngerjain tugas softskill. Sebelum membahas tentang keduanya, pertama-tama saya akan menjelaskan dulu pengertian dari web. Web adalah adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URL).
Secara umum, Web 1.0 dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read. . Layanan ini seperti layanan website yang biasa, dan mungkin masih dipakai hingga saat ini. Pada website ini, pengunjung hanya dapat membaca, karena website ini hanya berisikan konten berupa text. Sehingga para pengunjung tidak dapat berinteraksi di dalam website-nya, seperti memberi komentar, memberikan/menambahkan informasi, dan lain-lain. Dalam hal ini, terlihat bahwa website ini mempunyai keterbatasan bagi para pengunjungnya. Dan untuk mengakses web 1.0, pengunjung secara langsung harus menuju ke alamat website-nya. Artinya, kita tidak bisa menggunakan layanan software seperti biasanya secara langsung. Keterbatasan pada web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya. Pengunjung hanya bisa membaca isi konten web tersebut, dan biasanya isi web 1.0 juga hanya merupakan informasi dari sebuah perusahaan atau informasi-informasi lainnya. Kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu. Isi dari web 1.0 diatur oleh pembuat web tersebut, seperti berisi HTML, iklan, dan direct link yang biasanya secara otomatis diatur oleh pembuat web.
Beberapa ciri khas dari situs web 1.0 ialah:
• Halaman bersifat statis.
• Penggunaan framesets.
• Memiliki HTML.
• Online guestbook.
• GIF, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan biasanya mempromosikan produk lain (Iklan, dan sebagainya)
• Pengguna akan mengisi formulir, dan formulir ini akan dikirim melalui email setelah mereka mengklik. Kemudian, akan dikirimkan email dan pengguna akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.
Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru.Sifat Web 2.0 adalah Read-Write.
Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu. Ada beberapa pihak mengatakan bahwa web 2.0 ini merupakan web berbasis web social network atau jejaring sosial, dimana para penggunanya dapat berinteraksi dengan sesama pengguna ataupun dengan pemilik situsnya sekaliipun, yaitu seperti Facebook, Myspace, Multiply, atau lain sebagainya. Ketika Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibel-nya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.
Namun, O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan web browser dan tidak perlu di-instalasi terlebih dahulu seperti software-software yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Pengguna situs juga dapat melakukan pengubahan terhadap tampilan web tersebut, atau juga bisa merubah konten dari web tersebut, tidak ada keterbatasan interaksi di dalam web 2.0 dibanding dengan web 1.0 yang konten dan tampilan web nya hanya bisa dibaca saja.
Beberapa ciri khas dari situs web 2.0 ialah:
1 The Web as Platform. Aplikasi web 2.0 menggunakan web (atau Internet) sebagai platform-nya. Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop.
2 Harnessing Collective Intelligence. Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia, del.icio.us, dan Blogosphere.
3 Data is the Next Intel Inside. Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google dan Amazon.
4 End of the Software Release Cycle. Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Contohnya Google, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.
5 Lightweight Programming Models. Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps.
6 Software Above the Level of a Single Device. Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple.
7 Rich User Experiences. Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail.
Beberapa praktisi internet telah mengenal kemampuan tersebut dalam AJAX (Asynchorous Javascript and XML), yang menggabungkan teknologi HTML, CSS, Javascript, dan XML dalam menciptakan aplikasi website yang dinamis. Contoh aplikasi tersebut dapat kita lihat pada Google yang menyediakan program sejenis Microsoft Excel melalui situsnya di http://spreadsheets.google.com. Melalui aplikasi di dalam situs tersebut, kita dapat membuka dan mengolah dokumen spreadsheet yang dimiliki. Bahkan dokumen tersebut dapat di-sharing ke beberapa rekan di internet. Dengan adanya fasilitas penyimpanan, pengguna tidak lagi membutuhkan media penyimpanan konvensional seperti disket atau flash disk. Pengolahan data dan penyimpanan dokumen, bahkan sharing dokumen, dapat dilakukan hanya dalam satu jendela web browser.
Kita juga dapat menjalankan program pengolah kata seperti Microsoft Word, serta mengubah dokumen dengan hanya mengunjungi situs yang menyediakan program tersebut. Karena program tersebut dapat dijalankan melalui web browser, kita tidak perlu melakukan instalasi program apapun di dalam komputer. Tidak hanya Microsoft word, tapi juga aplikasi Microsoft office lainnya, seperti Excel, Power Point, atau Outlook, bisa kita gunakan dalam web 2.0, dan semuanya berbasis web browser. Dan dengan adanya fitur seperti ini, maka kita dapat membuat dokumen secara langsung di dalam web browser tanpa harus melakukan instalasi kembali, dan tidak hanya itu, dokumen yang telah kita buat, dapat langsung kita share terhadap sesama pengguna situs tersebut. Seperti contohnya, google.
Di google, kita bisa langsung membuka sebuah dokumen dalam bentuk power point, excel, maupun word, dan bisa juga langsung kita ubah isi dan konten dokumen tersebut. Dengan adanya web 2.0, para produsen tidak perlu lagi memproduksi barang atau produknya dalam bentuk fisik, melainkan bisa dipromosikan di dalam web 2.0 ini, karena web sudah menjadi platform, dan pengguna tinggal mampir ke dalam web tersebut dan menjalankan aplikasi yang ingin digunakan. Dengan demikian web 2.0 juga berpotensi dalam bidang bisnis dan pemasaran berbasis interaktif.
Selanjutnya adalah Web 3.0, maaf ya jadi kelebihan nih ngerjain tugasnya, abisnya nanggung sih, hehehehe. Kalau di dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Jangan salah, ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya. Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence). Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service.
Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas panjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.
Nah itu dia perbedaan antara web 1.0 dengan web 2.0, saya juga sedikit nambahin tentang web 3.0, karena saya juga waktu nyari bahan buat ngerjain tugas ini, dapet bahasan tentang web 3.0, jadinya kan penasaran deh, hehehehehe. Cukup sekian ya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Selasa, 02 Maret 2010
pengertian web science
selamat pagi/siang/sore/malam.......
postingan ini saya buat atas dasar keharusan saya mengerjakan tugas dalam pelajaran PENGANTAR WEB SCIENCE. setelah nyari-nyari dari abah google, dapet juga tentang pengertian web science.
Tim Berners-Lee (g da hubungan darah ma bruce lee loch.. hehe), dia th yang bener2 ngedukung adanya ilmu ini. dy juga yang nemuim World Wide Web (www). latar belakang dy buat web science krna melihat perkembangan dari gerakan beberapa ilmuwan selama 3 tahun terakhir mengenai Web Science, workshop mereka di awal tahun ini, dan konferensi pertama Web Science di Athena, Yunani Maret 2009 yang dapat dilihat kristalisasinya dalam 3-4 tahun ke depan apakah semantic atau web 3.0 akan melahirkan studi tersendiri atau web science berhasil mengadopsinya sebagai bagian dari kajian mereka.
Web science dipercaya banyak orang seperti pimpinan bisnis, pengusaha dan pembuat polis dari seluruh dunia.
Tujuan ini untuk mendisiplinkan pelatihan untuk belajar web di dunia dan menjelaskan isi dan tantangan itu akan membentuk penggunaan design masa depan. Tidak ada yang seperti web yang pernah ada sebelumnya. Ini adalah keberuntungan yang sangat baik sesuai dengan obligasi. Jika kita memastikan keuntungan web pada manusia, kita harus lakukan yang terbaik dahulu untuk mengerti itu.
segitu dh pengertiannya,,,,
wassalam...